ORACLE CARDS - LEARN AND ORDER

ORACLE CARDS - LEARN AND ORDER
ORACLE CARDS - LEARN AND ORDER; Find out how this Self Help tool works out.
Tampilkan postingan dengan label LOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LOA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

CHASE YOUR DREAM… (part 1 – What is your Resolution for the Coming Year?)

Sebuah Renungan di 1 January 2011

Menjelang akhir tahun, biasanya ada satu kata yang jadi beken dan jadi bahan pembicaraan, “gimana, uda bikin RESOLUSI tahun depan belum?”, “pasti salah satu RESOLUSImu tahun depan dapat jodoh ya? “ Ha..ha..ha.., kadang dijadikan lelucon juga. Apa sih sebenarnya RESOLUSI itu? Ada yang menganggapnya Hal yang perlu direnungkan dan dituliskan, ada yang skeptic, buat apa tokh nanti resolusi juga tinggal resolusi.

Jika kita membuka kamus Besar Bahasa Indonesia (J.S Badudu), akan menemukan bahwa arti kata resolusi adalah: putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal. Lha kok sepertinya kurang nyambung ya. Karena ‘Resolusi’ ini memang kata serapan dari bahasa asing. Jika kita lihat arti kata aslinya dalam bahasa Inggris, arti kata ‘Resolution’ adalah, ”Something one makes up one’s mind to do....  Nah kalo yang ini jelas ya, bisa diartikan sebagai KOMITMEN bahwa Resolusi adalah, “langkah atau tindakan yang kita ambil untuk merealisasikan  suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga pilihan tindakan itu dapat kita jalankan dengan mantap dan sepenuh hati”. Jadi resolusi bukanlah sekedar list keinginan yang dituliskan tetapi menjadi Target/ Goal yang harus kita lakukan dengan menyelaraskan segenap aksi dan langkah dalam mencapainya.

Sebenarnya perlu tidak sih membuat/ menuliskan resolusi? Jawabannya adalah perlu sekali. Bagaimana tidak? Jika belanja  ke supermarket saja akan jauh lebih efisien jika menggunakan shopping list dari pada blind shopping. Ujung-ujungnya barang yang dibeli lebih banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan Anda, atau malah Anda tidak jadi membeli apapun karena engga jelas apa sih yang dibutuhkan? Dalam hal berbelanja saja sudah begitu jelas pentingnya mempunyai tujuan belanja yang jelas, apalagi untuk Rencana Hidup Anda yang begitu Besar dan Penting. Sayang sekali jika Anda melewatinya tanpa target (goal) dan keinginan besar (passion) yang akan memberi arah yang jelas  serta membawa Anda terbang tinggi untuk menggapai impian. Dapat saya katakan, membuat Resolusi adalah membuat daftar belanja keinginan hidup Anda dan mengirimkan ordernya ke Semesta. Kita akan melihatnya lebih jauh di penjelasan LOA (Law of Attraction), pada bagian ini juga kita akan menyelami, bagaimana caranya supaya Resolusi tidak hanya tinggal resolusi alias membuatnya tercapai..
Mengutip Pesan dari orang Bijak....
• To be Successful, you Need to Develop the Hunger for It...

• The Man who has no Imagination has no Wings to Fly High...

• The Future belongs to Those who Believe in the Beauty of Their Dreams

• The Most Important Thing about Motivation is Goal Setting. You should always have a Goal.

• Plan Your Work and Work Your Plan!

Berikut ini adalah Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk Merealisasikan Komitmen Resolusi Anda:
1) Perjelas apa yang Anda inginkan
2) Sadari & Berdayakan kekuatan Pikiran Bawah sadar Anda
3) Afirmasikan
4) Visualisasikan
5) Sugestikan
6) Action yang Selaras
7) Berpasrah dalam Doa

Di sini kita akan memfokuskan pada point pertama, Perjelas apa yang Anda Inginkan dengan menentukan Target Pencapaian (Goal Setting), tuangkan secara tertulis.


Mengapa kita perlu menetapkan goal secara tertulis ? In fact, pikiran dan pilihan dalam hidup Anda bahkan lebih ruwet dan komleks dari pada lalu lintas di atas. Menuliskannya akan memberikan peta yang jelas untuk menuntun anda, keep you in the right track untuk mencapai tujuan Anda.

Lalu Bagaimana Caranya Menentukan Target Pencapaian itu sendiri?
1. Ketahuilah Apa yang “Sungguh-sungguh Anda inginkan” DAN Mengetahui apa yang tidak anda inginkan. Kesalahan paling umum dilakukan oleh kebanyakan orang adalah lebih memikirkan apa yang tidak mereka ingin dibandingkan dengan apa yang benar-benar mereka inginkan. Perjelas keduanya dan untuk seterusnya hanya memfokuskan pada apa yang “Sungguh-sungguh Anda Inginkan”

• Harus sesuatu yang personal & bermakna; keinginan yang begitu kuat dari dalam hati, bukan ikut-ikutan.
• Seleksilah Keinginan Anda,aktifkan filter ‘Baik’ dan ‘Benar’, diurutkan prioritas Needs dan Wants serta disusun menurut Value Hierarchy masing-masing
• Harus spesifik,ada target waktu,Jelas dan tegas.
• Perluas kemungkinan berhasilnya

2. Mengapa goal itu penting bagi anda, apa yang terjadi jika goal tersebut tidak tercapai?
- Apa yang terjadi jika goal tersebut bisa dicapai.
- Apa yang terjadi jika goal tersebut tidak bisa dicapai.

3. Yakin &Pasrah dipikiran sadar maupun bawah sadar
- Goal ini harus membuat anda merasa nyaman.
- Yakinkan anda dalam proses/perjalanan menuju kepada goal anda.
- Hapus seluruh keyakinan negatif atau yang membatasi anda

Semoga sharing disini dapat meyakinkan Anda bahwa Menuliskan Mimpi dan Keinginan Anda serta menuangkan Komitmen untuk menggapainya dalam bentuk Resolusi, adalah Perlu dan Penting. Supaya Anda memiliki peta yang jelas di tangan dan mengetahui persis Goal Anda di tahun baru ini. Membuat resolusi memang tidak harus selalu pada awal tahun saja, namun setiap Awal Tahun Baru dapat menjadi Turning Point atau titik balik dalam hidup Anda untuk ‘Lahir Baru’ menjadi manusia baru yang lebih positif, menyenangkan dan sukses dalam hal yang telah Anda targetkan.

New Year is also a New Chapter in Our Life. Don’t left it empty & meaningless , Isi dan maknai karena hidup ini adalah karunia Tuhan yang terindah. Kita semua ada didunia ini untuk belajar dan belajar. Anda dapat mengawali penulisan Resolusi Anda dengan Doa, “Tuhan, aku mempunyai keinginan dan permohonan untuk pencapaian yang lebih baik di tahun baru ini. Dengan memohon berkat dan kasihMu, saya menyelaraskan semua langkah dan usaha saya untuk mengapainya. Terjadilah padaku seturut kehendakMu. Di atas semua permohonan ini, aku percaya Engkau memiliki rencana terbaik untukku dan segala sesuatu menjadi indah pada waktuMu. Kupasrahkan segalanya dalam Tanganmu, Amin.” Minta, Selaraskan Aksi dan Percaya. We do our parts, and Let Him do His Parts.

Selamat Tahun Baru 2011, Chase your Dream and Make Your Resolution Come True… Cheers...
Fiona Wang - 01 Jan 2011


HAPPY NEW YEAR is


H appiness depends upon your outlook on life.
A ttitude is just as important as ability.
P assion find yours this year!
P ositive thoughts make everything easier.
Y ou are unique, with special gifts, use them.
  
N ew beginnings with a new year.
E nthusiasm a true secret of success.
W ishes may they turn into goals.


Y ears go by to quickly, enjoy them.
E nergy may you have lots of it.
A ppreciation of life, don't take it for granted.
R elax take the time to relax in this coming year.


May you find happiness, hope and good fortune in the coming year. Reflect on these happiness quotes to give you thoughts to think about for being happy. Happy New Year!

Rabu, 13 Januari 2010

KEKUATAN SEBUAH KEPERCAYAAN (THE POWER OF BELIEF) by TUKIYO - Atd Ind

Jika kita percaya sesuatu bisa kita capai dan sungguh-sungguh menginginkannya maka kita akan mencapainya meski kita tak tau bagaimana caranya.

Sebuah pengantar yang seharusnya membuat kita lega karena ternyata untuk mencapai sesuatu kita tak harus mengerti caranya. pengantar artikel ini merupakan potongan cerita yang saya ambil dari kisah mahabarata yang meski mungkin sebagian anda menganggap ini hanya cerita sehingga anda meragukannya, tapi secara pribadi saya merasakan betul bahwa konsep the power of belief adalah sangat nyata kebenarannya.

Suatu hari putra pandawa kedua yang bernama Bima merenung dan memikirkan sambil terus menggumam dalam hati “seandainya saja aku bisa punya kesaktian kebal terhadap senjata,seandainya saja aku bisa hidup didalam air ” Sebuah lamunan yang untuk ukuran manusia normal adalah hal yang tidak mungkin,tapi entah mengapa pikiran itu terus menggelayut dibenaknya,ia bahkan menceritakan khayalannya kepada Yudistira kakaknya, kepada Dewi Kunti Ibunya dan juga kepada Arjuna adik kandungnya.“Yudistira kakakku,aku merasa sangat yakin bahwa aku membutuhkan kesaktian tertentu,aku ingin bisa kebal senjata dan aku juga ingin bisa hidup meski aku berada dalam air, kedua ilmu ini sangat kita butuhkan jika kelak perang baratayuda tidak terelakkan.

Perang baratayuda adalah perang antara saudara sepupu dimana pandawa yang beranggotakan 5 orang harus melawan para korawa yang anggotanya 100 orang dan masih ditambah raja-raja lain yang membantunya, Perang ini terjadi karena perebutan tahta kerajaan Hastinapura yang merupakan warisan dari orang tua pandawa disalahgunakan oleh pihak yang dititipi tahta tersebut, kejadian ini berawal dari Pandu yang merupakan ayah dari para pandawa sebagai raja hastinapura meninggal saat kelima anaknya masih sangat kecil mereka inilah yang dinamakan keluarga Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa) dengan pertimbangan bahwa putra raja masih belum siap maka sebelum wafatnya raja Pandu menitipkan tahta kerajaan kepada kakaknya yg bernama Destarata dan jika anak-anaknya telah beranjak dewasa agar diserahkan kepada mereka.

Dalam perjalananya putra-putra Destarata yang berjumlah 100 orang (mereka inilah yang disebut korawa) merasa tidak rela jika kelak kerajaan beserta isinya harus dikembalikan kepada para Pandawa, untuk itulah berbagai cara dilakukan sebagai upaya memusnahkan para keluarga Pandawa, keadaan inilah yang akhirnya membuat Bima terus berpikir bagaimana dia mempersiapkan diri merebut kembali tahta kerajaan yang memang menjadi hak mereka.

Kembali kepada Bima, Dia tak tau harus kemana belajar untuk bisa menguasai dua ilmu tersebut, tetapi dia terus memikirkannya dan meyakininya bahwa kelak dia akan menguasai ilmu tersebut,sehingga suatu saat dia bertemu dengan seorang pendeta bernama Dorna, entah kenapa Bima berkeyakinan bahwa Dorna inilah yang akan bisa mengajarkan kepadanya bagaimana dia bisa menguasai 2 ilmu yg sedang diinginkannya tersebut, padahal pendeta Dorna ini sama sekali tidak menguasai ilmu tersebut,lebih celaka lagi Dorna adalah seorang guru yang sangat dekat dengan para korawa. Hasrat dan minat Bima inilah yang dimanfaatkan oleh para korawa untuk menghasut pendeta Dorna agar mau membunuh Bima.

Atas desakan para korawa inilah maka disusunlah suatu rencana pembunuhan dengan cara menyesatkan Bima untuk menuju suatu bukit bernama bukit Himantaka, Para korawa dan guru Dorna sangat yakin bahwa jika bima datang kebukit tersebut pasti akan mati karena mereka tau bahwa dibukit ini hidup dua raksasa yang makanannya manusia. Bima yang telah terlanjur sangat ingin menguasai ilmu tersebut percaya saja mematuhi saran guru Dorna menuju bukit Himantaka. Rencana pembunuhan ini diketahui oleh Yudistira kakak bima dan dewi Kunti ibunya maka mereka segera mencegah agar bima tak melanjutkan niatnya,dalam hal ini Bima tetap bersikukuh dengan keyakinannya bahwa jika dia memenuhi saran guru Dorna maka dia akan mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan.

Singkat cerita bima benar-benar sampai dibukit Himantaka dan bertemu dengan dua raksasa dibukit itu yang sebenarnya raksasa tersebut adalah penjelmaan dari dewa Indra dan Dewa Bayu,mereka menjadi raksasa karena melakukan kesalahan kepada raja dewa sehingga harus menjalani hukuman berubah wujud menjadi raksasa yang makannannya manusia selama 3 bulan,saat kedatangan Bima tersebut adalah merupakan hari terakhir batara Indra dan batara Bayu menjalani hukumannya sehingga jika matahari terbenam mereka akan kembali menjadi dewa,maka ketika Bima datang dan hendak dimakan oleh kedua raksasa tersebut terjadilah perkelaian hingga matahari terbenam saat itulah dua raksasa tersebut berubah menjadi wujud aslinya.saat itu mereka menganggap bahwa Bimalah orang yang telah sangat berjasa mengembalikan wujud mereka menjadi dewa.oleh karenanya batara Indra menawarkan kepada Bima, Bima bisa mengajukan 1 permintaan apapun dan batara Indra akan memenuhinya demikian juga batara Bayu menawarkan hal yang sama. Dan Bimapun menceritakan apa yang dicarinya,alhasil Bima memperoleh apa yang sungguh-sungguh diinginkanya.

Sejak kejadian ini bertambah tinggilah kepercayaan Bima pada sang pendeta Dorna,Bima menganggap Dorna benar-benar guru yang hebat, pada lain bagian para korawa dan Dorna sangat heran waktu melihat Bima pulang dalam keadaan selamat.dalam keadaan ini para korawa terus menghasut agar Dorna mencari cara lain untuk membunuh Bima. Dengan kepercayaan yang makin tinggi kepada Dorna, Bima menginginkan pelajaran berikutnya yaitu Bima ingin tau inti daripada kehidupan,maka keinginan Bima ini dijadikan sebagai misi pembunuhan tahap kedua. Dorna mengatakan bahwa inti dari pada kehidupan itu ada disasar laut,”Jika kamu ingin mengetahuinya maka menyelamlah kedasar laut”, begitu pesan Dorna kepada Bima yang sebenarnya ini adalah misi pembunuhan karena dalam kalkulasi Dorna dan para korawa tak akan mungkin manusia dapat hidup didalam air.

Bima yang sudah sangat yakin dengan gurunya ini sama sekali tak memikirkan kecurigaan apapun toh pada kejadian sebelumnya Dorna memberi petunjuk yang benar,maka Bimapun benar-benar menceburkan diri kedasar laut dan karena dia telah menguasai kesaktian yang telah diperolehnya dari dewa Bayu maka Bima tetap hidup dan menemukan seluruh yang ia inginkan.

MORAL CERITA

Moral dari cerita ini adalah,Keinginan dan Kepercayaan yang sungguh-sungguh akan meningkatkan gairah berikutnya semangat & gairah memberi dorongan energy lebih untuk bertindak selanjutnya lagi TUHAN melalui alam semesta akan memunculkan petunjuk jalannya.

Jadi Miliki goal yang jelas!!! Jangan pikirkan keterbatasan anda,jangan pikirkan realitas anda saat ini karena kita saat ini adalah hasil dari pikiran masa lalu kita,…jaga antusias !!! teruslah bergairah dan berbicara tentang goal anda!!! maka alam semesta akan menjawabnya.inilah konsep LOA yang sesungguhnya.

Salam….Tukiyo-Atd Ind

Minggu, 27 Desember 2009

DOA dan LOA - Fiona Wang

Buku dan film 'the secret' menimbulkan kontroversi bagi sebagian orang yang berpendapat, jika semua yang dikatakan oleh 'the secret' itu benar, lalu dimana kita akan menempatkan Tuhan? Termasuk beberapa teman disekeliling saya. Jika dengan mempraktekan LOA, semua keinginan kita bisa menjadi kenyataan, lalu di manakah peran Tuhan?
Sejauh saya mempelajari LOA (Law of Attraction) dan dikaitkan dengan perspektif iman, saya memandang LOA sebagai tools yang dianugerahkan oleh Yang Kuasa untuk menggapai pencapaian-pencapaian yang lebih baik dalam hidup kita. Bukankah pengetahuan dan penemuan-penemuan baru seperti tabir yang tersingkap satu persatu seiring dengan perjalanan waktu?
Ketika Antonio Meucci menemukan telepon pertama kali th 1871(Abraham Bell th 1876), saat itu mungkin ia tidak menduga perkembangan telepon khususnya mobile phone akan secanggih hari ini. Karena memang perkembangan teknologi saat itu belum mendukung dan mungkin semua perangkat yang ada sekarang ini adalah beyond his imagination. Demikian juga perkembangan mind technology dan perkembangan spiritual, telah mengalami perubahan yang sangat menakjubkan.

Sering kali tulisan-tulisan mengenai LOA diawali dengan pertanyaan, "mengapa banyak orang berusaha dan bekerja keras tetapi tidak berhasil?" Dalam perspektif iman kerap kali pula orang bertanya," mengapa banyak orang sering berdoa, memohon kepada Tuhan namun sepertinya doanya tidak dikabulkan?"

*"berdoalah kepada Allah dan yakinlah doa kalian dikabulkan.." (Nabi Muhammad SAW)

*"Apa pun yang kau mohon dalam doa dengan penuh kepercayaan, pasti akan dikabulkan-Nya" (Matius 21:22)

Lalu mengapa ada orang rajin berdoa tetapi doanya tidak terjawab? Apakah memang ada orang yang ditakdirkan sukses dan ada yang tidak sekalipun sama-sama mempunyai background yang sama? Jawaban dari keduanya adalah, "apakah anda sudah meminta dengan benar?"
Dalam hal ini saya melihat bagaimana LOA adalah the powerful way dalam membantu doa-doa kita untuk menjadi kenyataan. Suatu doa atau permohonan haruslah melibatkan Keyakinan, Kepercayaan, Belief, Iman bahwa apa yang diminta akan terkabul.
Proses dari doa adalah diawali dari timbulnya keinginan atau harapan (fokus pada impian) kemudian kita MEMINTA atau memohon dalam doa. Kembali ke pertanyaan sebelumnya, "apakah anda sudah meminta dengan benar?" Bagaimana LOA bisa memfasilitasi DOA kita dan membuatnya menjadi meminta yang benar. Di sini saya tidak membahas mengenai content dari suatu doa.

Dalam LOA dikatakan, anda perlu merumuskan afirmasi untuk setiap keinginan, baik dalam bentuk lisan, maupun tulisan serta mempertegas afirmasi tersebut dengan mantap, konsisten dan penuh kepercayaan dan alam semesta akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Saya menerjemahkannya di sini menjadi bahwa Tuhan akan mengabulkan keinginan kita tersebut. Ingat bahwa setiap butir permohonan kita dalam doa adalah suatu Afirmasi.
Afirmasi yang dibuat haruslah bermakna positif dan menghindari kata-kata negatif. Dari pada berucap,"Tuhan, saya tidak ingin hidup miskin, kita bisa berucap,"Tuhan, terima kasih atas berkatmu sehingga saya bisa hidup berkecukupan." Bukankah doa yang kedua juga membuat hati lebih nyaman.

Ingat pada saat kita berdoa dengan khusuk, sebenarnya kita masuk ke kondisi trance yang membuat ucapan doa menjadi bentuk afirmasi atau sugesti yang akan mengakar dipikiran bawah sadar kita. Pilihlah kalimat-kalimat positif dan penuh syukur dalam berdoa.
Setelah meminta, tahap selanjutnya adalah PERCAYA atau Yakin, bahwa keinginan yang telah dirumuskan dalam afirmasi akan menjadi kenyataan. Apakah dengan berdoa menggunakan kalimat positif tersebut pasti doa kita dikabulkan? Bagian yang tidak kalah penting disini adalah KESELARASAN, baik keselarasan pikiran ataupun tindakan.

Keselarasan tersebut akan mendatangkan KEPANTASAN. Apakah mungkin seseorang akan naik pangkat sekalipun dia berdoa atau membaca afirmasinya 3x sehari layaknya minum obat jika jauh di dalam hati kecilnya dia merasa tidak pantas. Ada mental block yang harus dipatahkan dulu disini supaya bisa timbul keselarasan pikiran. Keselarasan pikiran akan enhance aksi atau usaha yang mengarah untuk mewujukan keinginan tersebut.
Keselarasan dan kepantasan dapat diawali dengan Rasa SYUKUR, dan diikuti dengan KePASRAHan. Syukur menimbulkan kelegaan dan perasaan bahagia. Syukur juga merupakan suatu bentuk komunikasi atau unggapan hati kita yang tulus kepada Tuhan. Pasrah disini adalah pasrah yang 'benar' dalam arti tidak melekat pada hasil, kita berusaha semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan, dan hasilnya kita serahkan kepada Tuhan.

Kepasrahan penting dalam hal MENERIMA, yaitu menerima hasil dari usaha yang dilakukan, sebagai bentuk keyakinan kita kepada Tuhan dan sebagai bentuk kebijaksanaan yang menandakan bahwa Anda telah siap menerima apa yang telah dicita-citakan. Bukankah kita percaya bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk Kita? Oleh karena itu berdoa dan berusaha, tidak perlu merisaukan hasilnya, karena semakin anda merisaukan hasilnya, semakin sulit anda menerima hasil yang baik, karena kerisauan akan memberikan energi yang tidak harmonis kepada permohonan Anda.
Banyak orang berdoa seperti membuat shoppinglist, meminta dan meminta. Berdoa seperti itu membuat pikiran terkonsentrasi pada sesuatu yang belum dimiliki, dan itu membuat getaran di hati cenderung negatif. Sementara berdoa dengan cara bersyukur membuat konsentrasi kita tercurah pada kecukupan dan pengharapan serta percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya. Getaran yang ditimbulkan juga cenderung positif dan menjadi energi penarik bagi hal-hal yang kita inginkan.

Bukankah luar biasa jika kita dapat memanfaatkan LOA untuk mendukung pencapaian doa kita?
Fiona Wang, karawaci; 22 Nov 2009